Sebelas
bulan telah berlalu. Melewati kita dengan berbagai episode-episode
kehidupan yang sangat beranekaragam. Tentunya banyak perbuatan yang
telah kita lakukan, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang
kurang baik. Apa yang telah kita lakukan pada 11 bulan yang lalu
merupakan sebuah hasil dari pada didikan pada bulan ramadhan tahun yang
lalu.
Pada
saat ini mentari serasa menampakan senyumannya, burung-burung berkicau
diranting-ranting pohon dengan riangnya, dan udara pun bagaikan angin
surga yang menembus ke pori-pori tubuh, itu semua karena kedatangan
bulan yang sangat mulia dengan segala bentuk keistimewaannya; seperti, bulan yang penuh barakah, bulan terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu neraka, bulan dimana setan-setan dibelenggu, dan bulan dimana ada
satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada
beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam Lailatul Qadr.
Bulan
ini adalah bulan ramadhan, bulan ini adalah bulan yang sangat
ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam, karena di dalamnya kita bisa
mendapatkan berbagai kelebihan yang tidak dapat kita rasakan dan kita
dapatkan dibulan yang lainnya. Oleh karena itu memanfaatkan bulan
ramadhan dengan berbagai keibadahan haruslah ditingkatkan karena bulan
ini sebagai masa latihan sebelum kita berperang untuk menghadapi 11
bulan yang akan datang.
Bulan
ini kita jadikan sebagai metamorfosis sempurna tingkah laku kita dari
yang sebelumnya kurang baik menjadi baik. Kita lihat ciptaan Allah SWT.
Yang sangat menakjubkan yaitu seekor kupu-kupu. Dari seekor kupu-kupu
ini banyak sekali hikmah yang patut kita renungkan dan kita tadaburi.
Cobalah
kita amati hewan yng satu ini dengan teliti, maka akan mendapatkan
kesimpulan bahwa kupu-kupu berasal dari ulat. Ulat adalah hewan yang
dibenci oleh sebagian orang atau bahkan semua orang, sedangkan kupu-kupu
adalah binatang yang disukai oleh hampir semua orang. Dari sini kita
akan melihat bagaimana perbedaan yang sangat mencolak dari binatang ini
antar ketiaka menjadi seekor ulat dan menjadi seekor kupu-kupu. lalu
kenapa kupu-kupu yang semula ulat menjadi seekor hewan yang sangat indah
dan cantik. Jawabannya satu, karena dia mempunyai fase yang sangat
penting yaitu fase kepompong, dimana fase ini seekor kupu-kupu akan
merubah dirinya yang sebelumnya seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu
yang cantik.
Begitu
pula dengan manusia, manusia pun mempunyai fase yang sangat penting
seperti kupu-kupu, yaitu bulan ramadhan. Jika dalam 11 bulan yang lalu
kita menjadi seekor ulat yang tidak disukai oleh semua orang, maka pada
bulan ramadhan kita menjadi kepompong. Setelah kita menjadi kepompong
pada bulan ramadhan, kemudian kita akan menjadi seekor kupu-kupu yang
cantik. Dengan artian bahwa yang sebelumnya kita bertingkah tidak baik,
tentunya perbuatan ini tidak disukai oleh semua orang, menjadi seorang
yang berhati mulia dan mempunyai ahlak yang baik. Tentu saja setalah
kita melewati fase yang penting yaitu bulan ramadhan.
Selain
itu ada fenomena yang menarik dari binatang kupu-kupu ini ketika berada
dikepompong. Setelah kepompong diteliti, ternyata didalam kepompong
ulat melakukan gerakan kepala layaknya orang yang
sedang berdzikir. Artinya ketika manusia berada pada bulan ramadhan
haruslah membenahkan diri dan mensucikan hati dengan beribadah kepada
Allah SWT, baik melalui hubungan yang bersifat vertikal maupun
horizontal. Agar setelah buan ramadhan kita menjadi seekor kupu-kupu
yang cantik dan disukai banyak orang.
Perjalanan
kupu-kupu ketika hiduppun akan teratur dan terarah, artinya dia tidak
akan semena-mena dalam melakukan sesuatu, ini terbukti bahwa
seekor kupu-kupu pasti berkunjung ditempat-tempat yang indah dan
tempat-tempat yang banyak sekali bunganya, dan kupu-kupu tak akan pernah
hidup serta berkunjung ditempat yang kumuh. Tingkah laku ini pun patut
untuk dicermati dan ditiru oleh manusia. Manusia pun harus seperti
kupu-kupu yang mengunjungi tempat-tempat yang diridhoi oleh Allah SWT,
dan tidak mengunjungi tempat yang akan membuat murka Allah SWT.
Bukan
hanya itu saja, masih banyak lagi tingkah kupu-kupu yang sangat
fenomena, salah satunya adalah ketika dia memakan sesuatu, kupu-kupu
pasti memakan makanan yang baik, dia memakan makanan yang bersih dan
bermanfaat seperti sari madu yang ada di bunga-bunga, bahkan disaat dia
memakan sari madu bunga, bukannya merugikan bunga tersebut, tetapi malah
akan bermanfaat bagi bunga tersebut dalam proses penyerbukan, berbeda
halnya ketika kupu-kupu tersebut masih menjadi seekor ulat. Seekor ulat
dia memakan dedaunan, dia bisa saja merusak keindahan pohon bahkan bisa
saja berakibat fatal yaitu akan terjadi kematian pohon tersebut. Manusia
juga demikian jika pada sebelum ramadhan yang hanya bisa nya menjadi
benalu orang lain, tetapi sesudah ramadhan kita menjadi orang yang
bermanfaat bagi orang lain, karena manusia yang paling baik adalah
manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar